Meungkeut Pageuh Tali Duduluran

Admin KelinoPedia
04 Apr 2026
Dibaca 17 kali
Meungkeut Pageuh Tali Duduluran
Berawal dari kesadaran akan problematika yang ada di masyarakat Kabupaten Bandung Barat, sebuah Organisasi pun hadir ditengah-tengah goncangan itu. Organisasi itu berasaskan Pancasila, dan memiliki sifat kekeluargaan dan primordial. Keluarga Mahasiswa Kabupaten Bandung Barat (KEMBARA), itulah nama organisasi yang selalu terpatri di hati semua orang, khususnya mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Bandung Barat.
Seperti yang telah kita ketahui, KEMBARA lahir pada tanggal 07 Januari 2007, bertepatan dengan pemekaran Kabupaten Bandung Barat dari Kabupaten Bandung tepatnya tanggal 02 Januari 2007. Disini merupakan gerbang awal dari sebuah organisasi KEMBARA, agar menciptakan, mengembangkan, dan memperbaiki Kabupaten Bandung Barat menjadi sebuah Kabupaten atau daerah yang memiliki potensi untuk berkembang dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakatnya.
Dilihat dari perekrutan anggota, KEMBARA memfokuskan kepada kader-kader yang berasal dari Kabupaten Bandung Barat. Selain daripada itu, kader yang dari luar daripada Kabupaten Bandung Barat pun tak luput dari perhatian yang sangat besar. Disini, penulis dan orang-orang yang berada didalamnya, dididik dan dibina dengan sutu didikan yang sangat bermanfaat.
Selain dari sebuah organisasi yang terstruktur rapi secara administratif sebagai wadah untuk menampung semua aspirasi dari setiap anggotanya, KEMBARA pun merupakan sebuah keluarga. Karena apa? Karena melihat dari sifat KEMBARA itu sendiri menyimpan banyak sekali makna. Bukan saja hanya dilihat dari sebuah “sifat” tersebut bahwa kembara itu keluarga. Tapi harus dalam praktiknya. Ya, memang benar, ketika penulis terjun langsung ke organisasi ini, penulis pun melihat makna dari keluarga itu sendiri. Selayaknya sebuah keluarga yang utuh, yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anaknya. KEMBARA pun begitu, tak ada kata senior maupun junior, tak ada kata “Bahwa saya lebih dahulu disini”, mereka yang lebih dulu disini merupakan orang tua yang mengasuh, mendidik, dan meluruskan anak-anaknya dari hebatnya zaman yang semakin tak tertata rapi. Keluarga yang mengingatkan kembali tentang “Jendela Dunia” yang kebanyakan orang sudah menghancurkan jendela tersebut. Jendela itu sekarang sudah mulai terbentuk kembali di dalam sebuah rumah yang elok itu.
Selalu terdengar di telinga, hanya ada kata “Dulur” di KEMBARA. Dulur yang selalu menguatkan, Dulur yang selalu menasihati dikala salah, Dulur yang selalu meluruskan dikala jalan kita belok. Dulur yang selalu menyayangi sesama dulurnya. Walaupun tak sedikit masalah yang menghampiri, selalu ada saja solusi yang ampuh untuk meredam hal ini. Kata Itu merupakan kata “keramat” yang tak akan bisa digerus oleh zaman. Karena dalam sebuah hadist pun di jelaskan bahwa jika orang yang tidak menyayangi maka ia tidak disayangi.

من لا يرحم لا يرحم ( روه البخا رى)

: Barang siapa yang tidak menyayangi maka tidak akan disayangi ( HR. Bukhari)

“Meungkeut Pageuh Tali Duduluran” menjadi tema pembahasan di essay ini. Kalimat tersebut sudah tak asing lagi bagi kita selaku orang yang bersuku Sunda. Tapi kalimat itu terasa mempunyai banyak makna. Meungkeut berarti mengikat, pageuh berarti dengan erat, Tali merupakan sebuah alat untuk mengikat , Duduluran yang berarti persaudaraan. Jadi dapat disimpulkan bahwa Meungkeut Pageuh Tali Duduluran berarti mengikat dengan erat tali persaudaraan atau yang biasa kita sebut dengan kekeluargaan.
Dengan cara apa? Dikutip dari kata-kata A Luthfias Muwahid sebagai Ketua DPP Kembara ke 3 bahwa untuk menjaga ikatan yang sudah erat itu,”Bunuhlah ego dan redamlah ego kita yang sudah menjadi sifat seorang manusia yang tak bisa dipisahkan ”. Intinya kita harus sadar bahwa ego lah salah satu dari rusaknya ikatan keluarga itu. Sadar akan darimana kita berasal, kita berasal dari keturunan yang sama, negara yang sama, daerah yang sama, kita ini satu keluarga yang sempurna bila didalamnya saling mengisi satu sama lain, saling menasehati satu sama lain, menyayangi satu sama lain dan sebagainya. Jangan lupakan juga akan sebuah tupoksi dari Kembara itu sendiri yaitu fokus mengembangkan potensi yang ada di Kabupaten Bandung Barat.



-Euis Susilawati-